Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Studi Vaksin Pfizer dan AstraZeneca di Dunia Nyata, Hasilnya?
    Insight News

    Studi Vaksin Pfizer dan AstraZeneca di Dunia Nyata, Hasilnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Agustus 2021Updated:21 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sebuah studi terbaru menunjukkan efektivitas vaksin Pfizer terhadap Covid-19 menurun lebih cepat daripada vaksin AstraZeneca. Efektivitas adalah kemampuan vaksin untuk dalam menurunkan kejadian penyakit di dunia nyata.

    “Dua dosis [vaksin] Pfizer-BioNtech memiliki efektivitas awal yang lebih besar terhadap infeksi Covid-19 baru, tetapi vaksin itu menurun lebih cepat dibandingkan dua dosis vaksin AstraZeneca,” tuli peneliti dari Universitas Oxford, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/8/2021).

    Studi ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Office for National Statistics Inggris menggunakan tes PCR dari Desember tahun lalu hingga bulan ini yang dipilih secara acak. Studi ini belum ditinjau oleh rekan sejawat ahli kesehatan.

    Studi ini meneliti dua kelompok dengan jumlah lebih dari 300.000 orang berusia di atas 18 tahun. Periode pertama didominasi varian Alpha, yang muncul di Kent Inggris Tenggara dan kedua dari Mei 2021 yang didominasi varian Delta.

    Dalam studi tersebut ditemukan keefektifan awal vaksin Pfizer yang lebih besar ketimbang vaksin lainnya tetapi terjadi penurunan perlindungan yang lebih cepat atas infeksi simtomatik bebrapa bulan setelah vaksinasi penuh.

    “Hasil menunjukkan bahwa setelah empat hingga lima bulan, efektivitas kedua vaksin ini akan serupa,” ujar penelitian yang juga melibatkan Departemen Kedokteran Universitas Nuffield ini.

    Selain itu penelitian Oxford juga menemukan perlindungan lebih tinggi didapatkan pada mereka yang sudah terinfeksi virus.

    Penelitian ini hadir saat sejumlah negara memberikan suntikan booster pada masyarakatnya. Misalnya Israel yang memberikan suntikan booster saat 58% populasi telah mendapatkan dua suntikan Pfizer.

    Amerika Serikat juga bersiap memberikan dosis ketiga pada September mendatang. Kebijakan ini datang karena kekhawatiran penurunan efektivitas pada vaksin Pfizer dan Moderna.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.