Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tahu Sumedang Ternyata Diciptakan Orang China, Begini Kisahnya
    Inspiring You

    Tahu Sumedang Ternyata Diciptakan Orang China, Begini Kisahnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Mei 2024Updated:3 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hasil produksi paling terkenal dari kota Sumedang, tentu saja tahu sumedang. Namun, belum banyak orang tahu bahwa produksi tahu sumedang justru bukan diciptakan oleh orang Sumedang, melainkan oleh imigran China. Dan awalnya, bukan bentuk tahu goreng, tapi tahu rebus. 

    Bagaimana ceritanya?

    Imigran China tersebut bernama Ong Ki No dan istri yang datang jauh-jauh dari China buat berdagang. Saat tiba di Sumedang, istri Ong rindu makanan China. Dia sangat menyukai tao-fu (kini disebut tahu). Tetapi tidak bisa menyantapnya karena tidak ada kacang kedelai di Sumedang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Karena perasaan sayangnya kepada sang istri, Ong Ki No rela pergi berkeliling mencari kadang kedelai di wilayah yang masih asing untuknya,” tulis peneliti BRIN M. Luthfi Khair A. dan Rusydan Fath, dalam Tahu Sejarah Tahu Sumedang (2021).

    Beruntung, Ong cepat menemukan kebun kacang kedelai di wilayah Conggeang. Dia pun segera mengolahnya dan jadilah tahu pertama di Sumedang.

    Tahu tersebut berjenis tahu putih yang direbus. Istri Ong menyukai dan selalu lahap menyantap tahu buatan Ong. Alhasil, saking cintanya kepada istri, Ong hampir memasak tahu setiap hari sebagai santapan utama. Ong juga kadang membagikan tahu buatannya secara gratis ke sesama etnis Tionghoa atau tetangga di hari raya.

    Tak jarang juga dia menjual tahu tersebut di lapak jualannya. Namun, antusias orang terhadap tahu tersebut sangat rendah.

    Bukan soal karena berbayar atau tidak, tetapi memang lidah mayoritas orang Sumedang tidak bisa menerima tahu buatan Ong. Singkat cerita, akibat penurunan omset, Ong dan istri memilih pulang kampung ke China di tahun 1917.

    Di tahun yang sama, datang anak Ong, Ong Bung Keng, ke Sumedang untuk meneruskan bisnis ayahnya. “Kegagalan orang tuanya dalam menjual tahu membuat Ong Bung Keng berpikir tentang apa yang harus dia lakukan agar tahu tersebut lebih menarik,” tulis peneliti BRIN itu.

    Hingga akhirnya dia punya ide agar menggoreng tahu putih tersebut. Hasilnya ternyata membuat tahu bertekstur garing, ada rongga dan lebih gurih dibanding direbus biasa.

    Selain itu, saat digoreng, muncul aroma tahu yang gurih sekali. Aroma inilah yang kemudian berhasil menarik perhatian banyak orang. Satu per satu mencicipinya dan tahu goreng itu viral. Namun, Ong Bung Keng belum berniat menjualnya.

    Sampai akhirnya di tahun 1928, Bupati Sumedang Pangeran Soeriaatmadja, tak sengaja berjumpa Ong di tengah perjalanan. Dia berhenti karena teralihkan oleh aroma menusuk hidup yang sangat wangi. Rupanya itu tahu goreng buatan Ong.

    Dia pun segera mencicipi dan langsung meminta Ong menjual tahu goreng itu karena pasti bakal laku. Sejak itulah, tahu goreng dijual pertama kali di Sumedang. Harganya sekitar 3 peser atau 1,5 sen. Ong pun perlahan berubah menjadi juragan tahu dan usaha itu praktis membuatnya kaya raya.

    Kesuksesan tersebut membuat banyak orang mengikuti jejak yang sama. Alhasil, bisnis tahu goreng asal Sumedang pun bermunculan sampai sekarang. Begitu juga bisnis tahu buatan Ong Bung Keng yang masih berdiri hingga saat ini. 


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Sebenarnya Kenapa Orang China Ada di Seluruh Dunia

    (mfa/mfa)


    Inspirasi Kamu Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.