Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Muncul di Dekat RI, Ilmuwan Buka-bukaan Fakta
    Insight News

    Tanda Kiamat Muncul di Dekat RI, Ilmuwan Buka-bukaan Fakta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Januari 2025Updated:19 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah wilayah di dekat RI yakni di Selandia Baru menunjukkan tanda-tanda ‘kiamat’. Para ilmuwan memperingatkan bahwa gletser di negara tetangga tersebut menyusut lebih cepat seiring dengan semakin cepatnya pencairan es.

    Berdasarkan survei, fenomena tersebut terlihat setelah lembaga iklim negara tersebut menyelesaikan ekspedisi pemantauan di Pegunungan Alpen Selatan.

    Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa garis salju telah meningkat dan dalam beberapa tahun terakhir dikatakan peningkatan tersebut semakin cepat.

    “Sehingga kita terus mengalami tren hilangnya es glasial,” kata ilmuwan Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer, Andrew Lorrey dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP beberapa saat lalu.

    Ia juga mengatakan banyak gletser yang dulunya besar kini tampak hancur. Ilmuwan memantau kesehatan gletser di negara tersebut selama hampir 50 tahun.

    “Kami terbang ke gletser paling selatan, gletser yang belum pernah kami lihat sejak 2018,” kata Lorrey setelah melakukan perjalanan tahun ini.

    “Satunya sekarang dua pertiga dari ukuran pada kunjungan terakhir kami,” tambahnya.

    Lembaga tersebut mengatakan bahwa Selandia Baru telah mengalami tujuh tahun terpanas sepanjang dekade terakhir. Sekalipun tren ini harus dibalik, Lorrey mengatakan bahwa banyak gletser yang sudah terlalu jauh untuk diselamatkan.

    “Bahkan jika kita mengalami beberapa musim dingin, itu tidak akan cukup untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi,” ujarnya.

    “Hal ini sangat parah dan tidak hanya terjadi di Selandia Baru namun juga di seluruh dunia,” ungkapnya.

    Gletser Selandia Baru unik karena banyak di antaranya dapat diakses oleh wisatawan. Gletser Franz Josef dan Gletser Fox termasuk di antara daya tarik wisata paling menguntungkan di Selandia Baru.

    “Mereka mempunyai nilai yang luar biasa, tapi saya khawatir mereka tidak akan bisa dinikmati oleh anak-anak kita,” kata Lorrey.

    “Pesannya tetap sama: kita harus mengatasi masalah peningkatan gas rumah kaca jika kita ingin menyelamatkan gletser kita agar tidak mencair,” tegasnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Gagal Uji Coba Ketujuh, Roket SpaceX Starship Elon Musk Meledak





    Next Article



    Tanda Kiamat Makin Dekat Muncul dari Samudra Atlantik, Ilmuwan Kaget



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.