Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Terlihat di Antartika, NASA Beberkan Faktanya
    Insight News

    Tanda Kiamat Terlihat di Antartika, NASA Beberkan Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Januari 2025Updated:14 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, NASA menemukan asap di atas Antartika. Gambar dari gletser Pine Island diabadikan satelit Landsat 8 milik Survei Geologi AS pada 10 Oktober 2024 lalu.

    Gambar yang diambil awalnya diperkirakan Sea Smoke atau Asap Laut. Ahli Glasiologi di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Christopher Shuman mengatakan gambar tersebut menunjukkan kekuatan angin.

    Namun ternyata asap itu adalah fenomena kabut yang terjadi karena adanya uap yang naik. Asap terbentuk karena adanya perbedaan suhu, saat itu udara dingin melintas di atas air yang hangat.

    Angin yang berhembus itu akan mendorong air dan es laut menjauh. Dengan begitu akan digantikan oleh air yang hangat, dikutip dari USA Today, Selasa (14/1/2025).

    USA Today melaporkan fenomena angin bsia membantu para ilmuwan memahami perubahan iklim di Antartika. Termasuk yang terjadi di gletser Pine Island.

    Sebagai informasi Pine Island adalah salah satu jalur utama es dari lapisan es Antartika barat ke laut Amundsen. Di sisi lain, Gletser Pine menjadi salah satu yang paling cepat mencair di Antartika.

    Sejumlah es telah tercatat mencair di wilayah tersebut. Ini terjadi dalam tiga dekade terakhir, seiring fenomena pemanasan global dan perubahan iklim.

    Salah satunya adalah gletser yang mencair pada 2020 lalu. Kabarnya gletser tersebut berukuran dua kali lipat dari wilayah Washington DC.

    Pine memiliki banyak cukup es, yang berdampak membuat permukaan laut naik secara global. Dilaporkan kenaikannya bisa mencapai sekitar 121 cm.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Antisipasi China, AS Perketat Akses Ekspor Chip & AI





    Next Article



    Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Rp 94 Juta Setiap Hari



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.