Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Temuan Kuno di China Ubah Sejarah Panjang Peradaban Manusia
    Insight News

    Temuan Kuno di China Ubah Sejarah Panjang Peradaban Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Januari 2025Updated:4 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Ilmuwan menemukan sebuah spesies nenek moyang manusia yang berhasil mengubah sejarah panjang peradaban manusia.

    Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Mei 2024, ilmuwan menemukan spesies Homo Juluensis atau berarti kepala besar di Xujiayao China Utara.

    Dalam penelitian tersebut, Christopher Bae dari Universitas Hawai’i dan Xiuju Wu dari Institut Paleontologi Vertebrata menemukan sekumpulan fosil hominin tidak biasa. Fosil itu memiliki tengkorak berukuran besar dan lebar, Fitur lainnya disebut mirip dengan Neanderthal serta ada juga ciri-ciri seperti manusia modern dan Denisovan.

    “Fosil ini menjadi bentuk baru hominin berotak besar (Juluren) yang tersebar luas di sebagian besar Asia timur pada kuartal akhir (300 ribu-500 ribu tahun lalu),” tulis studi itu, dikutip dari Live Science, Sabtu (4/1/2025).

    Juluensis merupakan fosil dari 220 ribu hingga 100 ribu tahun lalu. Studi Bae dan Wu bukanlah yang pertama menemukannya.

    Sebelumnya temuan serupa pernah terungkap pada 1974 di Xujiayao. Saat itu ditemukan 10 ribu artefak baru dan 21 fragmen fosil hominin mewakili 10 individu berbeda.

    Fitur yang ditemukan saat itu mirip dengan yang dituliskan Bae dan Wu. Misalnya fitur otak besar, tengkorak tebal, serta memiliki kemiripan dengan Neanderthal.

    Kemiripan itu kemungkinan karena Juluensis tidak terisolasi secara genetik. Spesies itu adalah hasil perkawinan sejumlah hominin lain dari Plesitosen Tengah termasuk Neanderthal.

    “Mereka mewakili populasi hominin baru untuk wilayah itu, juluren artinya manusia kepala besar,” tulis keduanya.

    Keduanya juga menjelaskan perlu adanya terminologi baru soal Homo Purba. Yakni dengan membagi empat spesies menjadi H. floresiensis, H. luzonensis, H. longi, dan H. juluensis.

    (fsd/fsd)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Jika Trump Menang, China Terancam Dalam Sektor Teknologi





    Next Article



    Video: Tesla Dipermalukan Dalam Pameran Robot China



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.