Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terbongkar! Ini Alasan OnlyFans Blokir Konten Pornografi
    Insight News

    Terbongkar! Ini Alasan OnlyFans Blokir Konten Pornografi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2021Updated:25 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Konten mesum, vulgar dan pornografi menjadi salah satu penyebab nama platform OnlyFans melejit. Namun mulai Oktober nanti semua konten ini akan diblokir. Kenapa?

    Pendiri dan CEO OnlyFans Tim Stokely mengungkapkan platform berlangganan online ini “tidak punya pilihan” selain melarang pornografi setelah perlakuan “tidak adil” oleh perbankan.

    Belum jelas bagaimana OnlyFans mendefinisikan konten pornografi. Namun perusahaan mengatakan akan terus mengizinkan posting tertentu yang mengandung ketelanjangan.

    “Soal perubahan kebijakan, kami tidak punya pilihan – jawaban singkatnya adalah bank. Mereka pemberi pinjaman sering mengutip risiko reputasi dan menolak bisnis kami,” ungkap Tim Stokely dalam wawancara dengan Financial Times dan dihimpun dari CNBC International, Rabu (25/8/2021).

    Tim Stokely menyebut nama beberapa bank yang menandai dan menolak transfer dana ke platform OnlyFans. Di antaranya Bank of New York Mellon, Metro Bank dan JPMorgan. Bahkan Metro Bank Inggris telah menutup akun perusahaan OnlyFans pada 2019 dengan pemberitahuan singkat.

    Tim Stokely menambahkan JPMorgan bahkan “sangat agresif dalam menutup rekening pekerja seks atau … bisnis apa pun yang mendukung pekerja seks.”

    BNY Mellon, Metro Bank dan JPMorgan menolak berkomentar atas pernyataan Tim Stokely.

    Didirikan pada tahun 2016, OnlyFans yang berbasis di London mendapatkan popularitas dengan mengizinkan artis dewasa untuk membebankan biaya berlangganan kepada penggemar mereka untuk melihat video dan gambar porno.

    Perusahaan, yang mengklaim memiliki 130 juta pengguna dan 2 juta pembuat konten, berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19 ketika penguncian (lockdown) menghambat produksi film porno.

    Beberapa pihak berspekulasi mungkin ada faktor lain di balik larangan porno OnlyFans. Pertama, perusahaan dilaporkan sedang berjuang untuk menarik investasi dari luar, menurut Axios.

    “Kami tidak membuat perubahan kebijakan ini untuk mempermudah menemukan investor,” kata Stokely kepada FT. Dia mengatakan OnlyFans akan “benar-benar” menyambut pornografi kembali ke platform jika lingkungan perbankan berubah.

    OnlyFans, yang mayoritas dimiliki oleh pengusaha porno Ukraina-Amerika Leonid Radvinsky, dilaporkan mencari putaran pendanaan yang akan bernilai lebih dari US$ 1 miliar, menurut laporan Bloomberg.

    OnlyFans telah berusaha mengubah citranya menjadi lebih dari sekadar platform bagi pekerja seks. Selebriti seperti Cardi B dan Bella Thorne telah bergabung dengan platform pada tahun lalu, misalnya. OnlyFans juga digunakan oleh penggemar kebugaran dan musisi. Tapi pornografi tetap menjadi kategori paling populer di situs tersebut.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.