Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terkuak Alasan Vaksin ini Lebih Ampuh dari Pfizer Lawan Delta
    Insight News

    Terkuak Alasan Vaksin ini Lebih Ampuh dari Pfizer Lawan Delta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2021Updated:1 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Vaksin Moderna menghasilkan antibodi dua kali lipat dari vaksin Pfizer. Ini merupakan hasil penelitian dari 2.500 tenaga kesehatan di rumah sakit Belgia.

    Bloomberg melaporkan pada, Selasa (31/8/2021), dalam penelitian tersebut terungkap rata-rata antibodi tenaga kesehatan yang disuntik dua dosis vaksin Moderna dalam terinfeksi Covid-19 mencapai 2.881 unit per mililiter (ml). Adapun pengguna vaksin Pfizer 1.108 unit/ml.

    Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam surat kepada jurnal kesehatan American Medical Association, perbedaan kemungkinan dikarenakan dua hal:

    1. Jumlah bahan aktif yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna. Vaksin Pfizer menggunakan bahan aktif 30 mikrogram sementara Moderna 100 mikrogram
    2. Jarak waktu penyuntikan. Dua dosis vaksin Moderna disuntikkan dengan internal 3 minggu sementara vaksin Pfizer 4 minggu.

    Dalam penelitian Mayo Clinic Health System di wilayah Florida, Amerika Serikat ,yang dilakukan Juli lalu disebutkan pengguna vaksin Moderna 60% lebih rendah terinfeksi Covid-19 varian Delta ketimbang Pfizer.

    Begitu juga di daerah Minnesota, peneliti menemukan vaksin Moderna (vaksin mRNA-1273) memiliki efektivitas 78% dalam mencegah infeksi Covid-19 varian Delta, sementara vaksin Pfizer (vaksin BNT162b2) cuma 42%.

    “Membandingkan tingkat infeksi antar individu yang sudah divaksin penuh mRNA-1273 dengan BNT162b2 pada seluruh pusat kesehatan Mayo Clinic Health System (Minnesota, Wisconsin, Arizona, Florida, dan Iowa), mRNA-1273 memberikan pengurangan risiko dua kali lipat terhadap infeksi terobosan dibandingkan dengan BNT162b2,” tulis penelitian Mayo Clinic, dilansir dari CNBC International.

    Meski begitu, para peneliti Mayo Clinic menemukan kedua vaksin ini “sangat melindungi” penggunanya terhadap penyakit parah. Perbedaannya hanya pada peluang besaran seseorang yang sudah divaksin penuh bisa terinfeksi varian delta.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/miq)



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.