Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ternyata Begini Awal Mula Toilet Laki-laki & Perempuan Dipisah
    Inspiring You

    Ternyata Begini Awal Mula Toilet Laki-laki & Perempuan Dipisah

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman21 Januari 2025Updated:21 Januari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia  – Di ruang publik, pemisahan toilet berdasarkan jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, sudah menjadi kelaziman. Biasanya ditandai oleh kata, gambar, atau berbagai simbol penunjuk pemisahan toilet. 

    Padahal, selama ribuan tahun, umat manusia tak berbagi toilet. Apapun jenis kelaminnya, mereka buang air di satu toilet yang sama. Lantas sejak kapan pemisahan ini berlangsung? dan kenapa ada pemisahan?

    Sejarah mencatat, manusia baru memisahkan toilet sesuai jenis kelamin pada tahun 1793.

    Kala itu, sebuah restoran di Prancis menyediakan toilet untuk laki-laki dan perempuan. Namun, restoran tersebut hanya satu-satunya dari ribuan tempat publik lain di seluruh dunia yang tampil berbeda memperuntukkan toilet. Di luar sana, toilet tak dipisahkan.

    Bahkan, di beberapa tempat toilet hanya diperuntukkan untuk laki-laki. Ide toilet untuk perempuan baru muncul di akhir 1800-an imbas Revolusi Industri. Revolusi Industri membuat para perempuan tak lagi berada di rumah mengurusi urusan domestik. Para perempuan mulai bekerja di pabrik-pabrik bersama dengan para lelaki. 

    Menurut Terry Kogan dalam Toilet: Public Restroom and the Politics of Sharing (2010), ketika perempuan keluar dari rumah dan berada di ruang publik, para pembuat kebijakan mulai memikirkan pentingnya ruang privat khusus perempuan.

    Mereka berasumsi para perempuan yang keluar rumah tergolong lemah dan butuh perlindungan dari laki-laki. Apalagi, banyak laki-laki yang tidak mau menerima keberadaan perempuan di tempat pekerjaan. Dari sini, para pembuat kebijakan membuat pemisahan fasilitas di ruang publik. 

    Mulai dari gerbong kereta, perpustakaan, hingga toilet. Semua dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, urgensi pemisahan toilet berdasarkan jenis kelamin juga didasari oleh faktor kesehatan. Kemunculan teori kuman sebagai penyebab penyakit yang salah satunya bersumber di toilet membuat orang mulai menaruh perhatian atas pemisahan ini. 

    Sejak saat itu, toilet mulai dipisahkan sesuai jenis kelamin. Menurut Terry Kogan, kemunculan toilet perempuan bisa dimaknai sebagai langkah pemerintah untuk menjaga perempuan agar tidak kembali ke rumah. Dengan membuat mereka nyaman, pemisahan fasilitas publik harus dilakukan. 

    Dari ide ini berbagai negara Eropa dan Amerika satu per satu mulai menerapkannya. Singkat cerita, keberadaan toilet perempuan disambut positif banyak orang. Ketika kolonialisme meluas, orang-orang Eropa mulai menerapkan hal sama di negara jajahan. Dari sini, negara-negara jajahan ikut-ikutan memisahkan toilet dan merasakan dampak positif dari hal ini. 

    Jadi, pemisahan toilet antara laki-laki dan perempuan bukan disebabkan oleh perbedaan cara menggunakan kamar mandi. Melainkan oleh faktor sosial yakni pemenuhan ruang privat perempuan.

    “Orang mungkin berpikir bahwa sangat masuk akal jika kamar mandi dipisahkan berdasarkan jenis kelamin karena ada perbedaan biologis. Padahal itu salah,” ungkap Terry Kogan. 

    (mfa/mfa)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia




    Next Article



    Terungkap, Ini Alasan Toilet Duduk Punya Dua Tombol Flush



    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.