Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Thanks Mr Macron! Vaksin Covid-19 Perancis Mendarat di RI
    Insight News

    Thanks Mr Macron! Vaksin Covid-19 Perancis Mendarat di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 September 2021Updated:13 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Lebih dari 300 ribu dosis vaksin AstraZeenca melalui jalur Covax Facility yang berasal dari Pemerintah Perancis.

    “Alhamdulillah hari ini kembali kedatangan 358.700 dosis AstraZeneca melalui jalur multilateral Covax Facility,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam konferensi pers online, Jumat (10/9/2021).

    Dalam kesempatan yang sama Duta Besar Perancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Olivier Chambard mengatakan Perancis punya komitmen mendukung Indonesia khususnya dalam program vaksinasi. Kedatangan kali ini adalah tahap pertama dari total 3 juta dossi vaksin yang akan datang ke Indonesia.

    “Dosis AstraZeneca ini menjadi batch pertama dari tiga juta dosis untuk negara ini dari Perancis,” kata Oliver.

    Selain dari Perancis, Retno juga menyebutkan Indonesia juga kedatangan vaksin yang melalui jalur pembelian. Ada 615 ribu dosis AstraZeneca dan 639.990 dosis Pfizer.

    Dengan perhitungan dari titik ketibaan, vaksin yang sudah datang sekitar 225,5 juta dosis vaksin Covid-19. Seluruh vaksin itu dalam bentuk curah dan vaksin jadi.

    Retno mengatakan vaksinasi sangat penting sebagai upaya keluar dari pandemi Covid-19. Namun menurutnya masih ada ketimpangan distribusi vaksin di seluruh dunia.

    Padahal WHO punya target 10% populasi tiap negara telah divaksinasi pada akhir bulan ini. Selanjutnya 40% tiap negara di akhir tahun ini, dan target ini dengan mudah bisa dicapai oleh negara berpenghasilan tinggi.

    “Hingga kini belum ada satupun low income mencapai target 10%. Laporan The economist tanpa redistribusi surplus vaksin dari negara maju, 1-2,8 juta jiwa dapat melayang. Untuk itu dose sharing akan semakin penting,” kata Retno.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.