Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Mendadak Mau Dicaplok Miliarder AS, Ini Sosoknya
    Insight News

    TikTok Mendadak Mau Dicaplok Miliarder AS, Ini Sosoknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Desember 2024Updated:23 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sosok miliarder asal Amerika Serikat (AS) Frank McCourt tertarik membeli TikTok. Bahkan, ia dilaporkan sudah menyusun rencana penawaran aplikasi milik ByteDance asal China tersebut.

    ByteDance diketahui harus melepas kepemilikannya TikTok di AS agar aplikasi tetap bisa diakses di negara itu. Tawaran McCourt bisa menyelamatkan aplikasi video pendek itu agar tak diblokir permanen oleh pemerintah AS.

    Pemilik tim bisbol Los Angeles Dodgers mengaku menerima pendanaan lisan senilai US$20 miliar (Rp 323 triliun) dari konsorsium investor untuk membeli TikTok, dikutip Reuters, Senin (23/12/2024).

    Penawaran itu diikuti dengan rencana perombakan pada model bisnis milik TikTok yang dijalankan sekarang. Dia merubah model periklanan dan mengajukan agar pengguna akan punya kendali atas iklan dan jenis konten pada TikTok.

    TikTok akan mendapatkan pemasukan dari tempat lain, e-commerce dan data lisensi untuk pelatihan kecerdasan buatan.

    Namun rencana McCourt punya beberapa penghalang. Salah satu yang terbesar mungkin pendirian TikTok yang menegaskan tidak akan dipisahkan dari ByteDance.

    TikTok juga masih berupaya mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Agar aturan pemerintah Joe Biden terkait penjualan aplikasi bisa dibatalkan.

    McCourt meyakini Mahkamah Agung tidak akan meloloskan permintaan TikTok. Jika prediksinya benar, maka ByteDance akan membuka ruang untuk bernegosiasi.

    Selain menyusun desain model bisnis baru, McCourt dan timnya telah melakukan percakapan awal dengan pemerintahan baru di bawah Donald Trump. Tim itu juga telah berbicara dengan CEO potensial jika TikTok telah ada di tangan McCourt.

    Reuters mengutip seorang sumber mengatakan CEO yang dimaksud adalah mantan kepala operasi TikTok, V. Pappas. Dia tidak menanggapi permintaan berkomentar terkait laporan tersebut.

    Jika aturan tersebut tetap dilakukan dan TikTok tidak dijual ByteDance maka akses aplikasi akan dilarang di AS pada 19 Januari 2025 mendatang.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Diminati Google-Facebook, Investasi Kabel Laut RI Kian Menarik?





    Next Article



    TikTok dan Facebook Terancam Dijegal di Malaysia, Ini Penyebabnya



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.