Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Trump Beri Sinyal Batalkan Blokir TikTok, Beberkan Jasa Aplikasi China
    Insight News

    Trump Beri Sinyal Batalkan Blokir TikTok, Beberkan Jasa Aplikasi China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Desember 2024Updated:24 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden AS terpilih Donald Trump mengindikasikan akan mengizinkan TikTok tetap beroperasi di Negara Paman Sam, setidaknya untuk beberapa saat.

    Ia mengatakan telah mendapati miliaran view dari media sosial milik ByteDance asal China tersebut dalam masa kampanye Pilpres AS 2024.

    Senat AS telah meloloskan aturan pada April 2024 lalu yang memaksa ByteDance untuk melakukan divestasi terhadap TikTok. Jika tidak, TikTok akan diblokir permanen secara nasional.

    ByteDance dan TikTok diberikan waktu hingga 19 Januari 2025 untuk menentukan nasib aplikasi berbagi video tersebut. Sebagai informasi, Trump baru resmi dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari 2025.

    Belum jelas apa tindakan yang akan diambil Trump terhadap TikTok di masa kepemimpinannya. Sebab, aturan yang sudah ditetapkan oleh Senat AS tersebut seharusnya sudah inkracht.

    “Menurut saya, kita harus mulai berpikir. Sebab, kita juga menggunakan TikTok dan mendapat respons hingga miliaran views [saat kampanye],” kata Trump di hadapan audiens di acara AmericaFest, yakni kumpul-kumpul tahunan yang digelar grup konservatif Turning Point.

    “Mereka [TikTok] memperlihatkan ke saya grafik [kinerja kampanye di TikTok]. Itu adalah sebuah rekor. Saat saya melihatnya, saya berpikir ‘mungkin kita harus mempertahankan TikTok hingga beberapa saat’,” Trump menambahkan, dikutip dari Reuters, Senin (23/12/2024).

    Trump bertemu dengan CEO TikTok pada awal pekan lalu. Ia lalu mengatakan ke media bahwa ia memiliki kesan yang hangat dengan TikTok. Ia juga berterima kasih karena TikTok berperan penting dalam menyukseskan kampanyenya.

    Departemen Kehakiman AS (DoJ) mengatakan kontrol China terhadap TikTok memberikan ancaman bagi keamanan nasional. Namun, TikTok membantah aplikasinya terkait dengan pemerintah China.

    TikTok mengatakan mesin algoritma dan data pengguna AS di simpan di server cloud yang beroperasi di negara tersebut di bawah Oracle Corp. Selain itu, keputusan moderasi konten yang berdampak pada pengguna di AS dibuat di AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Diminati Google-Facebook, Investasi Kabel Laut RI Kian Menarik?





    Next Article



    TikTok dan Facebook Terancam Dijegal di Malaysia, Ini Penyebabnya



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.