Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Unik! Kedai Ramen Jepang Larang Konsumen Main HP Saat Makan
    Inspiring You

    Unik! Kedai Ramen Jepang Larang Konsumen Main HP Saat Makan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 April 2023Updated:4 April 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu kedai ramen di Tokyo, Jepang, melarang pelanggannya untuk bermain ponsel saat menyantap makanan. Aturan tak tertulis itu meminta pelanggan agar makan cepat lalu pergi.

    Seorang pemilik kedai bernama Kota Kai, menganggap kebiasaan ini menimbulkan antrean panjang terutama di jam sibuk. Dia pun mulai menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan pelanggannya untuk mulai makan.

    Mengutip CNN, ia menemukan bahwa mereka yang menunggu paling lama untuk menyeruput semangkuk ramen panas biasanya menonton video di ponsel mereka.

    Pemilik kedai Debu-chan itu memutuskan untuk mengeluarkan aturan tersebut sejak Maret 2023. Keputusan untuk melarang penggunaan ponsel ketika bersantap ini bahkan menjadi topik perbincangan hangat di media sosial di Negara Sakura itu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Suatu kali, ketika kami sedang sibuk, kami melihat seorang pelanggan tidak mulai makan selama empat menit,” kata Kai.

    Pelanggan tersebut sedang menonton video di ponselnya hingga makanan yang berada di hadapan mereka mulai dingin.

    Di beberapa tempat, hal itu tampaknya tidak signifikan. Tapi Kai menyajikan ramen Hakata, sejenis ramen daerah dari prefektur Hakata di Jepang barat, yang menurutnya adalah makanan yang lahir untuk orang yang tidak sabar.

    Pemilik restoran mengatakan mie tipis yang dia sajikan hanya selebar satu milimeter, sehingga mulai meregang dan membusuk dengan sangat cepat. Dengan logika itu, menunggu empat menit bisa menghasilkan makanan yang buruk.

    Debu-chan berada di sisi besar untuk toko ramen Tokyo, dengan 33 kursi. Namun, Kota Kai mengatakan bukan hal yang aneh jika ada 10 orang mengantre untuk mendapatkan kursi pada jam sibuk.

    “Ketika kursi sudah penuh dan saya melihat orang-orang berhenti makan sambil menatap smartphone mereka, saya menyuruh mereka (untuk berhenti),” papar Kai.

    Meski demikian, dia belum memasang tanda apa pun yang meminta orang untuk menyimpan ponsel mereka. Sebaliknya, dia berbicara kepada pelanggan satu per satu. Baginya, ramen lebih dari sekedar makanan.

    “Saya merasa ini adalah hiburan yang harus menyertakan aturan. Ini seperti ketika di Roma, lakukan seperti yang dilakukan orang Romawi. Ramen adalah bentuk hiburan,” ungkapnya.

    Debu-chan bukanlah kedai pertama yang melarang pelanggan menggunakan ponsel saat makan. Sebuah pos terdepan McDonald’s di Singapura menjalankan “Telepon mati. Bersenang-senanglah,” kampanye pada 2017

    Restoran itu memasang loker smartphone di mana pelanggan dapat menyimpan perangkat mereka saat makan, dengan tujuan agar orang menghabiskan lebih banyak waktu untuk fokus pada anak-anak mereka.

    Pembatasan smartphone juga bukan hanya tentang makan. Pada tahun 2021, bangsal Adachi Tokyo mengeluarkan peraturan yang melarang orang menggunakan ponsel saat berjalan kaki atau mengendarai sepeda.



    Artikel Selanjutnya


    6 Rahasia Panjang Umur Warga Okinawa Jepang, Ternyata Simpel

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.