Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Vaksin Booster Kedua Bakal Berbayar? Ini Jawaban Kemenkes
    Inspiring You

    Vaksin Booster Kedua Bakal Berbayar? Ini Jawaban Kemenkes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Februari 2023Updated:6 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Program vaksin Covid-19 booster kedua atau dosis keempat untuk masyarakat umum di atas usia 18 tahun sudah dimulai sejak pertengahan Januari 2023 lalu. Namun, benarkah vaksin booster kedua akan menjadi program berbayar di masa mendatang?

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa vaksin Covid-19 dipastikan akan berbayar bila status pandemi dan kedaruratan resmi dicabut. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin berbayar akan dilakukan dalam rangka transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Mengenai wacana vaksinasi berbayar, pada dasarnya bahwa dalam kondisi pandemi, tanggung jawab masih di pemerintah. Kalau nanti pandemi ini sudah selesai, tanggung jawab ini pelan-pelan diharapkan ke masyarakat,” jelas Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, Syarifah Liza Munira, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/2/2023).

    Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril menyatakan bahwa mekanisme pembayaran vaksin bila telah berbayar salah satunya adalah dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    “Andaikan berbayar pun nanti setelah status dicabut. Itu akan ada mekanisme pembayaran melalui BPJS, salah satunya begitu,” sebut dr. Syahril.

    Sebenarnya, seberapa penting penerimaan vaksin booster Covid-19?

    Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menegaskan bahwa vaksin booster Covid-19 tetap harus diterima meskipun hasil survei serologi antibodi (sero survei) ketiga menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia telah memiliki kadar imunitas Covid-19 yang tinggi.

    “Perlu (vaksin booster Covid-19). Begitu divaksinasi sekali saja antibodinya naik, dua kali lebih tinggi lagi, di-booster paling tinggi. Ada alasan untuk meningkatkan status vaksinasi,” ujar ahli epidemiologi FKM UI, dr. Pandu Riono dalam konferensi pers yang sama.

    “Jadi yang belum lengkap, lengkapilah. Belum di-booster, booster, lah,” tegas dr. Pandu.

    Dalam hasil sero survei Januari 2023, kadar antibodi tertinggi terdapat pada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster pertama. Liza mengatakan bahwa kadar antibodi penerima vaksin booster pertama meningkat hampir tiga kali.

    “Jadi kita bisa lihat pentingnya melengkapi vaksinasi,” lanjutnya.

    [Dexpert.co.id]


    Lihat arikel lainnya


    Siap-siap, Lansia Sudah Bisa Vaksin Covid-19 Booster Kedua

    (hsy/hsy)


    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.