Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Viral Bayi 1 Tahun Berbobot 25 Kg, Ternyata Ini Penyebabnya
    Inspiring You

    Viral Bayi 1 Tahun Berbobot 25 Kg, Ternyata Ini Penyebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Februari 2023Updated:20 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, salah seorang anak laki-laki berusia satu tahun asal Bekasi, Jawa Barat viral di media sosial karena memiliki berat badan melebihi rata-rata anak seusianya. Bayi montok ini disebut memiliki 25 kg.

    “1 tahun, berat 25 kg, Boboho kalah ini, mah,” tulis akun TikTok yang mengunggah video bayi tersebut, @ismibossgep78, dikutip Senin (20/2/2023).

    Video tersebut pun sontak mengundang kritik dari warganet. Terlebih, bayi itu disebutkan sudah mengonsumsi berbagai camilan instan yang dibeli di warung sejak berusia enam bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Seorang Bayi berumur 1 tahun mengalami obesitas atau kelebihan berat badan seberat 25 kg. (Tangkapan Layar Tiktok mama_arsyila.h.r)

    “Kasihan jantungnya. Harusnya berkembang dengan baik tapi terhimpit lemak. Semoga ada pihak terkait membantu untuk adik ini bisa normal. Sehat-sehat, nak, doaku untukmu,” ujar pengguna TikTok lainnya.

    Berdasarkan kurva pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berat badan anak tersebut dapat dikategorikan sebagai obesitas karena berat badan ideal anak laki-laki berusia satu tahun adalah 9,7 kg. Sementara itu, berat badan 13,4 kg sudah masuk dalam kategori obesitas.

    Dilansir dari Mayo Clinic, obesitas pada anak merupakan kondisi medis yang sangat serius. Sebab, obesitas pada anak dapat memicu komplikasi fisik lainnya, seperti diabetes tipe 2, kolesterol, tekanan darah tinggi, nyeri sendi, masalah pernapasan, hingga penyakit hati berlemak non-alkohol.

    Camilan instan dan makanan cepat saji (junk food) yang kerap dikonsumsi anak bisa menjadi salah satu pemicu utama terjadinya obesitas. Selain obesitas, anak-anak yang mengonsumsi junk food juga berisiko mengalami gangguan kesehatan usus, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan fokus.

    Berkaitan dengan hal itu, para peneliti dari Prevention Institute pun mengaitkan peningkatan diabetes, hipertensi, dan stroke dengan konsumsi junk food. Anak-anak yang rutin mengonsumsi junk food ditemukan lebih berisiko terserang penyakit kronis.

    Menurut studi yang dipublikasikan Pediatrics pada 2004, anak-anak yang mengonsumsi junk food mengandung kalori, lemak, karbohidrat, dan gula tambahan cenderung berisiko tinggi mengalami obesitas.

    Selain itu, studi yang sama juga menemukan bahwa sebagian besar anak-anak penggemar junk food ogah mengonsumsi serat, susu, buah, dan sayuran sehingga asupan gizi tidak seimbang.


    Artikel Selanjutnya


    Ayah-Bunda, Begini Lho Cara Mudah Merawat Bayi yang Sakit

    (hsy/hsy)


    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.