Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Viral Stroke Kuping Dibahas di Medsos, Ini Penjelasan Ahli
    Inspiring You

    Viral Stroke Kuping Dibahas di Medsos, Ini Penjelasan Ahli

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Maret 2023Updated:8 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum lama ini komika Kiky Saputri mencuit kisah soal mertuanya yang didiagnonis dokter di Indonesia mengalami gangguan pendengaran. Menurut dokter tersebut, sang mertua menderita stroke kuping. 

    Tindakan medis pun dilakukan dengan penyuntikan tapi keadaannya semakin parah. Mertua Kiky pun dilarikan ke rumah sakit di Singapura dan dokter disana tertawa lantaran baru mendengar istilah stroke kuping.

    “Akhirnya ke RS Spore dan diketawain sama dokternya mana ada stroke kuping. Itu cuma flu jadinya bindeng ke telinga dan sekarang sudah sembuh. Kocak kan?” tambahnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas benarkah ada stroke kuping?

    Mengutip Health Harvard, fungsi pendengaran setiap orang secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Seringkali satu telinga memiliki fungsi pendengaran yang lebih baik dibanding kuping satunya. Namun jika gangguan pendengaran muncul tiba-tiba di salah satu telinga tanpa sebab yang jelas, Anda mungkin mengalami gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SHL) atau semacam tuli saraf.

    Ada sekitar 66.000 kasus baru SHL per tahun di Amerika Serikat, menurut penelitian dalam Otolaryngology – Bedah Kepala dan Leher edisi Agustus 2019. Tetapi angka-angka ini sulit didapat, karena kondisinya mungkin kurang terdiagnosis.

    “Alasan utamanya adalah orang tidak melihat gangguan ini sebagai masalah serius dan tidak mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan,” kata Dr. Steven Rauch, ahli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan dari Massachusetts Eye and Ear.

    Penyebabnya belum diketahui

    Tidak diketahui apa yang menyebabkan SHL, tetapi para ahli menunjukkan beberapa kemungkinan alasan yakni infeksi virus, kerusakan sistem kekebalan tubuh, cedera peradangan pada telinga, atau aliran darah yang tersumbat ke telinga atau bahkan kombinasi dari semuanya.

    SHL dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, meskipun cenderung terjadi paling banyak di kelompok usia 50-an dan 60-an. Biasanya menyerang satu telinga saja.

    “Anda mungkin merasa telinga Anda tersumbat. Pendengaran Anda juga tidak hilang sekaligus. Ini adalah penurunan bertahap selama beberapa menit atau bahkan berjam-jam, seperti udara bocor dari ban,” papar Dr. Rauch.

    Selain masalah pendengaran, SHL dapat memengaruhi keseimbangan sehingga meningkatkan risiko jatuh. SHL juga bisa menjadi tanda stroke atau tumor kecil.

    SHL diabaikan karena gejalanya terasa familiar, seperti kepala dingin atau kotoran telinga atau air di telinga. Karena gejalanya yang familiar, banyak orang akhirnya menggunakan obat tetes telinga untuk mengatasinya. 

    “Banyak orang mengira itu hanya telinga tersumbat yang akan hilang dengan sendirinya, jadi mereka mengabaikannya sampai terlambat,” ungkap Dr. Rauch.

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.