Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Warning! Difteri Menyebar Cepat di Daerah Ini, Sudah KLB
    Inspiring You

    Warning! Difteri Menyebar Cepat di Daerah Ini, Sudah KLB

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Februari 2023Updated:22 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa Kabupaten Garut menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Status tersebut ditetapkan setelah tujuh warga Desa Sukahurip meninggal dan diduga akibat virus difteri.

    “Benar (KLB difteri di Garut),” demikian bunyi konfirmasi dari Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, Rabu (22/2/2023).

    Nadia mengatakan, penetapan status KLB tersebut dilakukan sebagai pemberitahuan bahwa situasi difteri sudah darurat. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Penanganan difteri agar KLB tidak meluas, [yaitu dengan] menetapkan status KLB difteri sebagai pemberitahuan bahwa situasi sudah darurat,” sebut dr. Nadia.

    Karena keadaan darurat ini, Kemenkes mengimbau warga membatasi aktivitas di luar rumah bagi yang sakit, dan tetap melakukan protokol kesehatan terutama di daerah atau lokasi KLB dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

    Apa itu difteri?

    Melansir dari laman resmi Kemenkes, difteri adalah penyakit yang menyerang selaput lendir di hidung dan tenggorokan, serta memengaruhi kulit. Penyakit yang dapat menyerang orang-orang dari segala usia ini disebabkan oleh infeksi bakteri corynebacterium diphteriae.

    Bila telah memasuki tubuh, bakteri corynebacterium diphteriae akan melepaskan zat berbahaya, menyebar melalui aliran darah, dan menimbulkan lapisan abu-abu tebal. Lapisan tersebut umumnya terbentuk di area hidung, tenggorokan, lidah, dan saluran udara.

    Dalam beberapa kasus, penyakit yang ditularkan melalui percikan ludah atau benda terkontaminasi dari orang terinfeksi ini dapat merusak organ lain, seperti jantung, otak, dan ginjal. Bila tidak segera ditangani, difteri dapat menimbulkan risiko kematian.

    Selain lapisan abu-abu, terdapat gejala lain yang disebabkan oleh difteri, yaitu.

    1. Sakit tenggorokan

    2. Suara serak

    3. Batuk

    4. Pilek

    5. Demam

    6. Menggigil

    7. Badan terasa lemas

    8. Muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening

    9. Gangguan penglihatan

    10. Keringat dingin

    11. Sesak Napas

    12. Jantung Berdebar

    13. Kulit pucat atau membiru

     


    Artikel Selanjutnya


    Apotek Meringis, Omzet Anjlok 50% sejak Larangan Obat Sirup

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Kamu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.