Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Waspada Risiko Kanker, Perhatikan Ini Sebelum Menjemur Bayi
    Inspiring You

    Waspada Risiko Kanker, Perhatikan Ini Sebelum Menjemur Bayi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 September 2023Updated:7 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjemur bayi adalah salah satu rutinitas yang kerap dilakukan oleh para orang tua di Indonesia. Sebab, paparan sinar matahari dianggap mampu membantu perkembangan anak.

    Dokter spesialis anak, Prof. Hinky Hindra Irawan Satari, mengungkapkan bahwa menjemur memang dapat membantu tumbuh kembang bayi melalui asupan vitamin D dari sinar matahari. Namun, Prof. Hinky mengatakan bahwa bayi tidak boleh terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari. Sebab, sinar UV mampu meningkatkan risiko kanker kulit pada anak-anak, terutama bayi.

    “Bayi yang terlalu banyak terpapar sinar UV matahari mampu memperbesar risiko terjadinya kerusakan pada kulit, bahkan mengalami kanker kulit di masa mendatang,” kata Prof. Hinky kepada CNBC Indonesia, Rabu (6/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Oleh karena itu, menjemur bayi tidak berarti perlu dilakukan setiap hari,” lanjutnya.

    Cara aman menjemur bayi

    Umumnya, para orang tua di Indonesia menjemur bayi dengan tidak dikenakan pakaian dan langsung dipaparkan sinar matahari. Menurut Prof. Hinky, kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Terlebih, kulit bayi cenderung sangat sensitif.

    Guna menghindari risiko tersebut, Prof. Hinky mengimbau para orang tua untuk menjemur bayi di dalam ruangan dan/atau tempat yang teduh saat indeks UV rendah. Selain itu, durasi menjemur cukup maksimal 30 menit.

    “Tidak perlu menjemur seluruh tubuh bayi. Jangan lupa pakaikan tabir surya (sunscreen), baju tertutup dan topi, serta cukup 15 sampai 30 menit,” tegas Prof. Hinky.

    Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan orang tua untuk menghindari bayi dan anak dari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi hingga 4 sore. Sebab, jumlah radiasi sinar UVB berada di tingkat tertinggi pada periode waktu tersebut.

    “Gunakan pakaian dan tabir surya minimal SPF 15 saat 15 hingga 20 menit sebelum paparan. Lalu, ulangi pemakaian tabir surya setiap dua jam dan hindari paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore,” tulis IDAI, dikutip Rabu (6/9/2023).



    Artikel Selanjutnya


    Hindari 6 Hal Ini kalau Mau Panjang Umur Seperti Orang Jepang

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.