Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Zenius Tutup, Sebut Tantangan Operasional
    Insight News

    Zenius Tutup, Sebut Tantangan Operasional

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Januari 2024Updated:4 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup edutech Zenius tutup untuk sementara. Perusahaan penyedia platform pendidikan online dan pemilik jaringan bimbingan belajar Primagama tersebut mengaku harus menghentikan kegiatan karena “tantangan operasional.”

    Penghentian operasi untuk sementara diumumkan oleh Zenius, antara lain, lewat pernyataan resmi kepada mitra pemilik lokasi bimbingan belajar offline Primagama.

    “Kami mengambil langkah strategis untuk menghentikan operasi untuk sementara, tetapi kami menjamin bahwa kami tidak akan berhenti berusaha untuk meenjalankan dan mewujudkan visi untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah, asik,” tulis pernyataan resmi tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CNBC Indonesia telah berusaha menghubungi Zenius untuk meminta konfirmasi atas penutupan operasional ini.

    Zenius tidak menjelaskan secara detail alasan penutupan operasi perusahaan yang, antara lain, didukung oleh investasi dari MDI Ventures milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Northstar Group milik Patrick Walujo, Alpha JWC, Openspace Ventures, dan Beacon Venture Capital tersebut.

    Dalam pernyataan pers soal pendanaan dari MDI Ventures, Zenius mengaku telah meraih total pendanaan senilai US$ 40 juta (Rp 622 miliar) sejak berdiri.

    “Saat ini, Zenius sedang mengalami tantangan operasional dan kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan bagi para pengguna kami,” tulis pernyataan resmi Zenius yang diterima para mitra pemilik bimbel Primagama.

    Zenius mengakuisisi Primagama pada awal 2022. Dana yang dikeluarkan Zenius untuk mengambil alih perusahaan bimbangan belajar tersebut tidak dipublikasikan. Namun, membeli perusahaan dengan jaringan nasional seperti Primagama tentu tidak murah.

    Sejak mengakuisisi Primagama, Zenius telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang berdampak ke ratusan orang pegawai.  

    “Bergabungnya Primagama ke Zenius merupakan gabungan antara dua ahli di bidang pendidikan yang akan menciptakan inovasi-inovasi terbaik ke depannya demi memajukan kualitas pendidikan Indonesia di masa mendatang,” ujar Chief Product and Growth Officer di Zenius, Sony Radhityo, dalam siaran pers akuisisi Primagama pada awal 2022.

    Zenius adalah satu dari sekian banyak startup yang bergerak di bidang pendidikan. Perusahaan lainnya, antara lain, adalah Ruangguru, Cakap, dan HarukaEdu. 



    Artikel Selanjutnya


    Ajaib PHK Lagi, Ini Keterangan Lengkap Manajemen

    (dem/dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.